Solusi Murah dan Mandiri di Tengah Keterbatasan PDAM WSS Jadi Penyelamat Air Bersih Warga Saliki

img

(WSS Desa Saliki di Kecamatan Muara Badak/Pic:ist )

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketika sebagian wilayah masih bergulat dengan krisis air bersih, warga Desa Saliki di Kecamatan Muara Badak justru bisa bernapas lega. Sejak hadirnya Water Supply System (WSS) pada 2019, aliran air bersih kini tak lagi menjadi kemewahan. WSS hadir sebagai solusi cerdas bagi masyarakat yang belum tersentuh jaringan PDAM, menawarkan layanan murah, mandiri, dan berkelanjutan.

Program yang dirintis dengan dukungan dana desa ini terbukti menjawab kebutuhan paling mendasar warga akses terhadap air layak konsumsi. Dengan biaya pemasangan gratis dan iuran bulanan terjangkau, WSS menjadi penyelamat bagi banyak keluarga yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.

Sekretaris Desa Saliki, Rosmini, menjelaskan bahwa layanan WSS saat ini baru menjangkau empat Rukun Tetangga (RT) dari total sebelas RT yang ada. Namun, pembangunan akan terus diperluas secara bertahap, menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan wilayah yang cukup luas.

“Untuk sementara baru empat RT yang terlayani. Ke depan, kami rencanakan pengembangannya ke dusun-dusun lain agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh warga,” tutur Rosmini, Kamis (03/10/2025).

Ia menambahkan, dana desa (DD) berperan penting dalam menjaga keberlanjutan program ini, termasuk pembangunan pagar pelindung dan infrastruktur pendukung lainnya. Menurutnya, dibandingkan membangun sumur bor baru yang memakan biaya besar dan hasilnya belum tentu baik, WSS jauh lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pengelolaan WSS sepenuhnya berada di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Sejati. Walaupun tidak menargetkan keuntungan besar, kehadiran BUMDes memastikan layanan tetap berjalan dan masyarakat bisa menikmati air bersih dengan harga yang bersahabat.

“Kalau PDAM, pemasangannya mahal. Di sini gratis, iurannya pun murah. Jadi walau keuntungan BUMDes kecil, manfaatnya besar untuk warga,” jelas Rosmini.

Kini, WSS bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol kemandirian desa. Dengan semangat gotong royong, pemerintah desa bersama warga terus memastikan setiap tetes air menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan bersama.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa, Saliki membuktikan bahwa desa pun bisa mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya.

“ Harapannya, dalam waktu dekat, seluruh RT di Saliki dapat merasakan kemudahan dan keberkahan air bersih dari WSS,”tutup Rusmini. (Adv/Tan)